Labels

Tampilkan postingan dengan label BERITA PENDIDIKAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BERITA PENDIDIKAN. Tampilkan semua postingan

Kamis, 22 Juli 2010

Toyota Peduli Pendidikan

Judul Asli : Toyota Realisasikan Dukungan Pendidikan
MASIH
banyaknya anak bangsa yang belum mendapatkan kesempatan mengenyam pendidikan mendorong TAM untuk ikut ambil bagian dalam program mobil pintar. Mobil ini dilengkapi berbagai macam buku bacaan pelajaran, CD interaktif, perangkat komputer bahkan permainan edukatif yang diharapkan dapat menjadi sarana pembelajaran.

Sejalan dengan visi program mobil pintar untuk dapat memberikan kesempatan bagi mereka yang secara finansial kurang beruntung, TAM menyumbangkan sebuah Toyota Dyna dikonversi menjadi mobil pintar yang nantinya akan digunakan oleh SIKIB (Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu) sebagai sarana untuk pembelajaran.

Penyerahan diberikan langsung oleh Presiden Direktur TAM Johnny Darmawan pada acara peluncuran Yayasan Pendidikan Astra Michael D Ruslim kepada Ibu Laily M Nuh selaku koordinator Indonesia Pintar, SIKIB.

Pada kesempatan yang sama, TAM melalui Yayasan Toyota & Astra (YTA) juga memberikan beasiswa kepada 1.320 Siswa dari kepulauan seribu. Semenjak berdiri tahun 1974 hingga kini YTA telah menyerahkan beasiswa kepada lebih dari 64.000 siswa.

Tidak hanya berupa beasiswa bahkan YTA juga memberikan bantuan dana untuk penelitian mahasiswa tingkat doktoral yang telah dilakukan di beberapa perguruan tinggi.

"Bantuan kecil kami berupa Mobil Pintar dan beasiswa ini, diharapkan dapat meningkatkan pemberdayaan pendidikan menjadi lebih baik. Dan kesempatan menikmati bangku pendidikan diharapkan semakin merata tidak hanya untuk kalangan yang mampu, tetapi untuk semua kalangan yang akan menjadi calonpenerus generasi bangsa di masa depan," tutur Johnny Darmawan yang juga menjabat sebagai ketua pembina YTA.

Bantuan mobil untuk pembelajaran adalah kelanjutan dari program yang dilakukan oleh TAM, setelah sebelumnya di tahun 2009 menyumbangkan 2 unit Toyota Dyna untuk mobil pembelajaran kepada Direktorat Pendidikan Non Formal dan Informal (PNFI) Kementrian Pendidikan Nasional di sela-sela peresmian pabrikToyota Dyna oleh Wakil presiden Boediono.

Secara global Toyota Indonesia memiliki 2 program besar dalam usahanya menggalakkan CSR. Toyota Indonesia tengah memfokuskan perhatian pada bidang lingkungan hidup dan pendidikan, beberapa kegiatan seperti Toyota Green park, Toyota Forest diharapkan dapat membantu usaha menjadikan Indonesia lebih hijau.

Pada acara yang sama, TAM juga membuka gerai pendidikan untuk menjelaskan teknologi Hybrid Toyota kepada anak-anak sekolah yang hadir pada acara tersebut, selain juga memberi kesempatan kepada para anak untuk mencoba edugame Toyota, sebuah permainan komputer dengan dasar pendidikan. (RO/Cdx)

Sumber : www.mediaindonesia.com

Kamis, 15 Juli 2010

Film Buatan Pelajar

Judul asli : Nonton Film-Film Buatan Pelajar Indonesia,Yuk

JAKARTA - Para pelajar Indonesia pecinta dan pegiat film kini telah memiliki berbagai wadah untuk menyalurkan kebisaan mereka. Salah satunya adalah Festival Film Pelajar Indonesia 2010. Acara ini dihelat Pusat Pengembangan Media Alternatif
Fakultas Film dan Televisi Institut Kesenian Jakarta (PPMA FFTV IKJ), Yayasan Wahana Audio Visual Indonesia (Yayasan WAVI) dan FilmPelajar.com. Rangkaian festival akan berlangsung pada 11-13 Juni 2010 di ArtCinema FFTV IKJ.

Seperti dikutip dari FilmPelajar.com di Jakarta, Sabtu (5/6/2010), Festival Film Pelajar Indonesia 2010 diselenggarakan dalam rangka menyambut 40 Tahun IKJ. Ajang ini sejatinya merupakan forum silaturahmi untuk menumbuhkembangkan komunitas dan karya film pelajar Indonesia.

Festival Film Pelajar Indonesia diharapkan menjadi ruang apresiasi dan ekshibisi hasil kreativitas pelajar Indonesia di bidang seni film. Lewat festival ini para pelajar juga bisa belajar bersama memahami dan menggunakan seni film sebagai alat ekspresi, komunikasi dan pendidikan serta sebagai ajang untuk berbagi pengetahuan, pengalaman dan keterampilan pembuatan film.

Para peserta festival adalah pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP, MTS) dan Atas/Kejuruan (SMA, SMK, MA) serta yang sederajat se-Indonesia. Mereka bisa membuat film dalam lima kategori yaitu fiksi (live shooting-action), animasi, dokumenter, iklan layanan masyarakat (ILM), dan video musik, dengan tema Indonesiaku Kebanggaanku.

Dewan juri yang terdiri dari pembuat film profesional, perwakilan dari FFTV IKJ, dan perwakilan dari Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) akan memilih lima nominasi terbaik untuk tiap kategori untuk kemudian ditentukan satu pemenang.

Selain itu, Dewan Juri akan memilih seorang sutradara terbaik untuk diberikan beasiswa studi film secara penuh pada tahun pertama di Fakultas Film dan Televisi Institut Kesenian Jakarta.

Sumber berita : www.okezone.com

Farah Tisya Chairunnisa Siswa Pemberi Solusi Pencemaran Sungai

Judul Asli :Hebat! Siswa SD Beri Solusi Pencemaran Sungai

JAKARTA - Siswi SD Islam Sunan Kalijaga Surakarta Farah Tisya Chairunnisa memiliki solusi atas masalah pencemaran sungai. Menurut Farah, pemanfaatan fly ash untuk pencapaian Millenium Development Goals (MDGs) dalam air minum dan sanitasi diharapkan dapat mengendalikan pencemaran air di sungai Bengawan Solo.

“Dengan pemanfaatan fly ash ini diharapkan pencemaran air di Bengawan Solo dapat dikendalikan, yaitu dengan mengabsorpsi limbah sebelum dibuang ke perairan,” ujarnya lantang dalam Lomba Pidato Anak Tingkat sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP).

Fly ash
atau debu terbang adalah hasil sampingan dari pembakaran batu bara. Jika tidak dimanfaatkan, fly ash dapat mengotori udara, bahkan dapat terbakar sendiri jika terkumpul dalam jumlah besar. Namun, fly ash sebenarnya bisa dimanfaatkan untuk menyerap polutan dan logam berat yang mencemari air sungai.

Lomba pidato yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum bekerja sama dengan Pemerintah Kota Surakarta dan Terang Abadi Televisi (TATV) ini merupakan bagian dari rangkaian acara Asia Pacific Ministerial Conference on Housing and Urban Development (APMCHUD) ke-3, beberapa waktu lalu di Surakarta.

Seperti dikutip dari keterangan tertulisnya, Jumat (25/6/2010), dalam lomba tersebut Farah dinobatkan menjadi juara pertama lomba pidato untuk kategori SD, mengalahkan 29 saingannya. Juara kedua diraih oleh siswa SDN 15 Surakarta Pranindya Fatimah Zahra, dan juara ketiga diraih oleh siswa SD Islam Terpadu Taruna Teladan, Delanggu, Klaten Abdullah Faiz Awwallan.

Dengan mengambil tema -Kota Kita, Tanggung jawab Kita- lomba pidato ini diharapkan dapat meningkatkan perhatian dan kepedulian masyarakat terhadap permasalahan dan tantangan bidang permukiman, khususnya perkotaan. Selain kualitas materi, penjurian pada lomba juga dilakukan untuk menilai penguasaan peserta terhadap materi pidato, cara penyampaian dan penampilan.

"Pidato anak-anak yang antara lain berfokus kepada isu permukiman kumuh, air minum dan sanitasi, revitalisasi kawasan, dan penguatan ekonomi lokal ini kami harapkan dapat menjadi medium untuk menyampaikan pesan-pesan mengenai pentingnya keterlibatan masyarakat dalam mengantisipasi dan menyelesaikan permasalahan-permasalahan perkotaan untuk mewujudkan permukiman yang lebih baik dan berkelanjutan,” kata Ketua Panitia Lomba Pidato Anak Dwityo A Soeranto.

Dijelaskan, Dwito, lomba ini menyasar peserta anak-anak karena anak-anak adalah masa depan bangsa dan masa depan kota. Anak juga merupakan kelompok masyarakat yang memiliki potensi dan mampu menjadi ‘agen perubahan’, termasuk dalam masalah-masalah perkotaan. "Dari kegiatan ini kami berharap dapat memberikan edukasi kepada anak-anak untuk lebih peduli kepada lingkungan kota dimana mereka tinggal,” imbuhnya.

Perlu diketahui, Solo memiliki sejumlah praktek-praktek terbaik dalam pembangunan perkotaan yang berkelanjutan, khususnya yang melibatkan masyarakat dengan tetap menghargai budaya lokal, antara lain relokasi 989 pedagang kaki lima (PKL) dari Taman Monjari ke Pasar Notoharjo Semanggi, pengelolaan PKL sebagai bagian dari pariwisata kota, dan relokasi permukiman bantaran Bengawan Solo (Kampung Pucang Sawit) ke Solo Elo dan Mojosongo.

Sementara, pada kategori SMP, siswi SMPN 9 Surakarta Lidya Rahmawati keluar sebagai juara pertama dengan pidatonya yang menekankan bahwa lingkungan dan kota yang bersih berawal dari kesadaran masing-masing pihak dan masyarakatnya. Juara kedua dan ketiga kategori SMP masing-masing Monica Kusuma Suryandari dari SMPN 9 Surakarta dan Ahmad Abaabi Al-Firdausy dari SMP Al Islam 1 Surakarta. Seluruh pemenang menerima Plakat Menteri Pekerjaan Umum dan beasiswa pendidikan dari Wali Kota Surakarta yang diserahkan oleh Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto dan Wali Kota Surakarta Joko Widodo pada upacara penutupan APMCHUD ke-3.
(rhs)

Sumber berita : www.okezone.com